Thursday, 28 February 2013

SPG Bispak Bugil Seksi Memek Mulus

Ngentot Tante Bugil Memek Abg Spg Model Artis Igo Seksi Toge Montok Smu Mahasiswa Cantik Kawin Foto Mesum Seks Nikmat Cerita Dewasa Toples Hotnews


Ngentot Tante Bugil - Postingan Kali ini SPG Bispak Bugil Seksi Memek Mulus semoga dapat membuat Pemirsa Blog ini merasa terhibur, jangan lupa untuk Mem - BOBMARK Blog ini guna mendapatkan Update terbaru dari kami yang pasti lebih Hot tentunya masih bertemakan Ngentot Tante Bugil Memek Abg Spg Model Artis Igo Seksi Toge Montok Smu Mahasiswa Cantik Kawin Foto Mesum Seks Nikmat Cerita Dewasa Toples Hotnews, Kunjungi juga Koleksi Postingan Kami yang Lain Seperti Toket Besar Montok ABG Bugil Dikamar Mandi mungkin bisa membuat kalian semua merasa lebih terhibur lagi.

Terima kasih atas kunjungan anda

Cerita Dewasa Mesum Janda-Duda Bugil Hot

Cerita Dewasa Mesum Janda-Duda Bugil Hot
Inilah cerita dewasa panas yang berjudul cerita seks mesum janda-duda bugil hot. Dimana cerita ini merupakan cerita seks mesum seorang janda cantik bugil seksi bersama seorang duda tampan. Pasangan janda-duda ini melakukan adegan seks mesum mereka didalam kamar sebuah rumah sunyi. Adegan seks mesum dilakukan dengan bercumbu, meraba payudara, hingga tubuh yang telah bugil/telanjang tersebut menjadi gaduh naik turun dirumah tersebut. Seperti apa cerita dewasa panas yang berjudul cerita seks mesum janda-duda bugil hot ini, berikut cerita dewasa seks mesum ini selengkapnya.
Bonus Cerita Dewasa Bugil Hot Humor :
Kakek : "Maya, Kakek udah ga kuat lagi, kakek mohon kamu truskan perkebunan kakek"
Maya : "Jangan bicara begitu kek..." (dalam hati : yess dapet warisan)
Kakek : "Segala isi perkebunan, ternak, villa, traktor, pokonya semua untuk kamu. Tolong rawat baik2, jangan lupa disirami tanaman kakek setiap hari.
Maya : "Baik kek, tenang aja... Tapi dimana perkebunan kakek? maya kok ga pernah liat ?
Kakek : "Di Facebook kakek, FARMVILLE, nanti kakek kasi tau passwordnya."
Maya : "??????"

Janda-Duda Diarak Bugil, Rabu, 20 Juli 2011. Digerebek Berbuat Mesum di Bandar Syahkuda, Kerasaan Pasangan janda dan duda, Nr (33) dan HS (39) direbek warga saat berduaan di rumah Nr, di Bandar Syahkuda, Kelurahan Kerasaan 1, Pematang Bandar, Simalungun, Senin (18/7) sekira pukul 22.30 WIB.
Ketika digerebek, keduanya dalam kondisi bugil. Masih dalam kondisi bugil, keduanya diarak ke Pos Polisi Pekan Kerasaan, sekira 500 meter dari kediaman Nr. Informasi diperoleh di lokasi kejadian, HS bekerja sebagai petani, dan bermukim di Kampung Semodong Habatu Nagori Bandar Pulo, Pematang Bandar. Diketahui, HS dan Nr yang bekerja di rumah makan di Kerasaan, menjalin kasih.

Sejak awal, warga sudah mencurigai HS yang diam-diam sering mendatangi kediaman Nr di malam hari. Padahal merupakan seorang janda yang suaminya, Ks, telah meninggal dunia. Karena HS kerap mendatangi rumah Nr, warga makin curiga. Dan Senin malam kemarin, setelah meyakini HS telah berada di rumah Nr, dan hanya mereka berdua di rumah itu, warga berkumpul. Mereka mengintai rumah Nr. Beberapa orang mengintip dari jendela dan sela-sela dinding rumah yang terbuat dari papan. Kecurigaan mereka terbukti, di kamar tidur, mereka melihat dua insan berlainan jenis kelamin itu tidak mengenakan sehelai benang pun dan melakukan hubungan suami istri.

Warga emosi. Puluhan warga langsung menggerebek rumah Nr. Pintu rumah didobrak dari luar. Masih dalam kondisi bugil, keduanya menghadapi puluhan warga. Spontan, beberapa pria langsung memukuli HS hingga babak-belur. “Dasar manusia tak tahu malu! Usir saja perempuan sial itu dari kampung ini! Dasar perempuan gatal!” ketus seorang warga. Warga yang makin emosi menggunting rambut Nr dan HS hingga tidak beraturan. Selanjutnya keduanya diarak menuju Pos Polisi (Pospol) Pekan Kerasaan, sekira 500 meter dari kediaman Nr, masih dalam kondisi bugil. Oleh petugas jaga di Pospol Kerasaan, keduanya diinterogasi masih tetap tanpa sehelai benang di tubuh.

Namun kemudian, HS sudah mengenakan kain sarung saat ia dan Nr digelandang ke Mapolsek Perdagangan. Sementara Nr, tetap bugil. Keduanya dibawa menggunakan mobil patroli dari Pospol Pekan Kerasaan ke Mapolsek Perdagangan, yang jaraknya 11 kilometer, Selasa (19/7) sekira pukul 01.00 WIB. Paginya, keduanya dijenguk keluarga masing-masing dan diberi pakaian sepantasnya. Diserahkannya pasangan mesum oleh warga dibenarkan Kapolsek Perdagangan AKP TP Butarbutar SH melalui Kanit Reskrim Iptu Jhonson M Sitompul SH, “Keduanya masih kita periksa guna dimintai keterangan secara intensif,” katanya.( Cerita Dewasa Mesum Janda-Duda Bugil Hot)

Friday, 22 February 2013

Si Hitam Manis Pake Bikini Seksi, Toketnya Bulat

Si Hitam Manis Pake Bikini Seksi, Toketnya Bulat

Si Hitam Manis Pake Bikini Seksi, Toketnya Bulat
Si Hitam Manis Pake Bikini Seksi, Toketnya Bulat

Cerita Dewasa Seks – Lomba Semprot Sperma Di Memek Gadis

Cerita Dewasa Seks – Lomba Semprot Sperma Di Memek Gadis - Cerita Dewasa Seks ini berawal pada cerita sex dewasa dan juga cerita panas sex yang suatu ketika waktu aku dan istriku pindah ke sebuah rumah kontrak atau bisa juga disebut dengan rumah kos di sebuah kota besar, sebut saja kota X, dimana aku harus pindah ke kota itu karena tempat kerjaku menugaskan aku untuk menjadi kepala cabang di kantor yang baru. Kost yang kami tempati ini memang khusus untuk karyawan dan juga keluarga oleh sebab itu kost ini sangat lengkap mulai dari dapur hingga kamar mandi dalam semua ada. Sudah sebulan kami tinggal disini, aku dan istriku sudah mulai terbiasa bergaul dengan para tetangga kost kami.



Cerita Dewasa Seks – Lomba Semprot Sperma Di Memek Gadis “Pagi mas Ridwan. Berangkat kerja?” sapa seorang perempuan. Dia adalah istri tetangga kost kami yang bernama Susno, perempuan ini sendiri bernama SaFarah. “Iya nih mbak. Mau bareng?” tanyaku kepada SaFarah atau mbak Farah begitu kami biasa menyapanya. Memang lokasi kerjanya berdekatan dengan kantorku. Mbak Farah lalu mengangguk tanda setuju, “Boleh mas. Tapi nggak apa-apa nih nebeng di mobilnya mas Ridwan? Ntar mbak Nia marah lagi.” Kata mbak Farah kepadaku. Aku hanya tertawa karena saat itu Nia, istriku juga berada disampingku. Nia ikut tertawa mendengar candaan mbak Farah.
Aku dan Nia memang pasangan baru. Kami baru menikah 1 tahun lalu dan belum dikaruniai seorang anak. Istriku Nia berusia 27 tahun, 2 tahun lebih muda dariku. Sementara itu pasangan Susno dan SaFarah berusia sekitar 32 tahun dan 29 tahun. Jadi bisa dibilang mbak Farah itu seumuran denganku. Suaminya, Susno memang tidak bekerja karena sudah satu tahun ini dia di PHK, makluk sedang krisis ekonomi jadi banyak PHK dimana-mana. Dulunya dia bekerja di perusahaan plastik sementara istrinya bekerja sebagai pegawai perusahaan keuangan yang cukup terkenal di Indonesia walaupun dia hanya sebagai bawahan. Sesampainya di kantor aku berpisah dengan mbak Farah yang memang berjalan kaki dari kantorku menuju kantor tempat dia bekerja.

Beberapa karyawan melirik kearah kami dan aku yakin mereka bertanya-tanya siapa sebenarnya perempuan yang dibawa atasannya itu. Aku sih tidak ambil pusing karena memang pada dasarnya SaFarah memang cukup cantik walaupun tidak secantik istriku. Namun body nya memang lebih yahud dan berisi.
Terutama buah dadanya yang sedari tadi kuperhatikan sekitar F-Cup jauh lebih besar dibandingkan istriku yang cuman C-Cup. Ah ada apa dengan diriku ini? Kenapa aku malah kepikiran mengenai tubuh istri orang. Akhirnya aku masuk juga ke gedung kantorku sambil berusaha melepaskan pikiran mesum itu dari otakku. Hari demi hari berlalu dan aku sering sekali berangkat bareng dengan mbak Farah, memang sih baik istriku maupun suami mbak Farah tidak pernah cemburu atau keberatan. “Kasihan mbak Farah mas kalau sendirian jalan.” Kata istriku saat aku bilang apa dia keberatan kalau aku berangkat bareng dengan mbak Farah. Memang sih dari tempat kost kami untuk mencapai daerah tempat kerjaku harus jalan sekitar 100 meter menuju jalan besar yang kemudian harus naik angkot sebanyak dua kali agar bisa sampai ke daerah tujuan kami. Aku bisa membayangkan kalau Mbak Farah berangkat kerja sebelum ada aku dulu seperti apa susahnya. Pagi hari itu aku seperti biasa bersiap untuk ke kantor dan istriku membawakan aku bekal makan siang.

Nia memang juru masak yang handal. Selama ini aku tidak menolak tiap kali dia membawakan bekal karena memang masakannya luar biasa enak, maklum setahun kursus masak waktu kuliah dulu. “Mas, maaf udah nungguin lama yah? Habisnya mas Susno tadi rewel terus minta dilayanin sih. Maaf ya kalo kelamaan nunggunya.” Kata mbak Farah ramah. Aku kaget juga melihat penampilan mbak Farah kali ini. Memang dia mengenakan pakaian kerja tetapi rok nya kulihat lebih pendek dari biasanya begitu juga dengan kerah bajunya seperti lebih lebar dan terkesan lebih turun. Mbak Farah lalu mengenakan sepatunya dengan posisi setengah menungging. Aku yang saat itu sedang berdiri didepannya, kontan saja melihat pemandangan aduhai dari depan. Sepasang payudara mbak Farah seperti menggelantung seolah ingin melepaskan dirinya dari bra warna ungu yang membungkusnya. Besar dan bentuknya indah sekali, batinku dalam hati. Mas Susno benar-benar beruntung memiliki istri seperti mbak SaFarah.
Sudah cantik, bodynya bagus, dadanya juga besar, pastilah hebat saat bermain diranjang. Sesaat aku membandingkan dengan istriku. Penyesalan muncul dibenakku. Akh, lelaki macam apa aku ini, membayangkan istri orang lain sementara aku sendiri sudah beristri dan istrikupun juga selalu setia terhadapku. Bahkan akhir-akhir ini setidaknya seminggu belakangan ini istriku terasa lebih hangat dari sebelumnya. Kami menjadi seperti pasangan suami istri baru lagi. Tadi malam saja dia minta untuk bercinta sampai dua kali padahal sebelumnya paling tiga atau empat hari sekali. Entah apa yang mempengaruhi hasrat seksualnya sekarang ini. “Wah kok macet ya? Padahal kalau lewat jalan ini nggak macet tuh jam segini.” Celetukku pelan. Mbak Farah tersenyum terus meneruskan membaca buku laporan keuangan yang dia pegang. Sesekali aku melirik kearah pahanya yang tersingkap karena mobilku ini memang tempat duduknya cukup rendah jadi aku bisa melihat paha mulus mbak Farah dengan jelas.
“Eh mas. Sepertinya ada demo deh disana? Waduh bakalan telat kalo gini.” Mbak Farah kelihatan mulai khawatir. Memang benar ada demo di persimpangan jalan didepan kami. Entah apa topik demonya karena aku juga tidak begitu peduli lagi, yang kupedulikan hanyalah pekerjaanku di kantor dan kesempatan lirik-lirik paha mbak Farah. Lumayan buat selingan, batinku. Habis sudah rasa penyesalanku tadi. Untungnya kami sampai kantor tepat pada waktunya. Kali ini sampai di kantor ada kejutan yaitu temanku waktu kuliah dulu yang sekarang bekerja sebagai manager sebuah perusahaan kimia swasta berkunjung. “Wah, Rid, sekarang kamu udah sukses ya. Sudah jadi pimpinan cabang sekarang. Hahaha…” seloroh sobatku yang satu ini. Aku hanya membalasnya ringan, aku memang bukan tipe orang yang suka memamerkan prestasi sih. “Eh, cewek yang tadi bareng sama kamu itu siapa sih? Kece juga tuh cewek. Bodynya keren dan wajahnya juga mantap punya tuh. Siapa sih? Kenalin donk!” goda Iwan temanku ini.
Aku hanya tersenyum simpul saja tapi dia malah semakin penasaran dan membombardirku dengan berbagai pertanyaan susulan. “OK, OK, gua jawab. Dia tuh tetangga kost gua. Dia tinggal di kamar sebelah kamar kost gua. Lagian dia kerja didekat sini maka dari itu gua anterin dia kesini barengan ma gua. And sekedar informasi, dia udah punya suami bro.” kataku menjelaskan daripada nanti di berondong pertanyaan lagi. “Heh? Emangnya istrimu nggak cemburu tuh? Kalian khan pasangan muda, biasanya istri suka cemburu kalau suaminya bareng cewek lain yang cantik. Khan bawaan dari masa pacaran masih ada hahaha…” Iwan kembali menggodaku sambil melihat-lihat foto-foto di dinding ruang kantorku. Aku hanya menghela nafas saja, “Istriku nggak seperti itu lagi. Dia orangnya kagak pencemburu. Dia juga yang nyuruh gua buat nganterin mbak Farah dari pada ntar dia jalan sendiri khan kasihan.” Kataku padanya. Iwan tertawa lagi, “Wah boleh juga tuh. Kalo ntar aku punya istri aku pengin kaya istrimu tuh, orangnya nggak cemburuan.
Nggak kaya pacarku sekarang ini, cemburuannya minta ampun. Tiap jam telepon terus kalau nggak ya sms. Dikira aku pembantunya apa yah…” selorohnya sambil tertawa. Memang sih pacar Iwan pencemburu berat padahal sudah pacaran selama 3 tahun lebih. “Tapi Rid…” Iwan menimpali lagi, “Memangnya kamu nggak ada rasa tertarik sama mbak Farah itu? Dia cantik lho dan seksi lagi. Bayangin aja kalau kamu di ranjang dilayanin dia sama istrimu…pasti seru tuh…hahahaha….threesome gitu.” Katanya lagi. Aku memang tidak kaget dengar ucapan itu dari Iwan karena sejak waktu kuliah dulu memang mulutnya sering mengeluarkan ucapan-ucapan seronok apa adanya. Dia paling gemar berbicara soal seks walaupun tidak pernah berhubungan seks dengan perempuan manapun selama ini. “Halah…lo ini ngomong apaan sih. Mana mau istri gua diajakin threesome. Dia orangnya konvensional kok.” Kataku pada Iwan. Memang selama ini istriku selalu konvensional dalam bermain cinta. Selama satu tahun ini kami hanya bermain cinta menggunakan gaya-gaya yang itu-itu saja.
Kecuali dua hari terakhir ini dimana kami berdua menggunakan gaya baru sama sekali dalam bercinta dan memang efeknya dahsyat. Aku sendiri tidak tahu dari mana dia mendapatkan gaya tersebut. Sesiang ini aku memikirkan ucapan sahabatku itu. Threesome, sepertinya menarik tapi mana mau istriku melakukannya. Lagipula mana mau mbak Farah melakukannya karena didekat kami juga terdapat suaminya. Tentu saja resiko sangat tinggi jika suaminya sampai tahu mengenai hal ini. Sore harinya aku mendapat kejutan keduaku. Mbak Farah datang berkunjung ke kantorku. Memang kala itu kantorku sudah tutup dan tinggal aku bersama dengan dua orang satpam diluar dan dua orang petugas cleaning service. “Lho, mbak Farah belum pulang? Ini khan sudah jam 5 sore. Bukannya mbak Farah selesai kerja jam 4 tadi?” kataku sambil mempersilakan perempuan cantik ini masuk kantor kerjaku. Mbak Farah tersenyum manis, “Iya nih mas. Tadi saya telat pulang karena pembukuan akhir bulan masih menumpuk lalu saya kerjain aja sekalian biar besok lebih senggang waktunya. Kirain mas Ridwan belum selesai kerjanya ternyata sudah ya…”
“Akh, ini mbak, biasa tender dengan klien sudah selesai dan rapatnya diundur tiga hari lagi karena klien yang satunya berhalangan hadir. Sebenarnya sih jadwalnya pulang jam 6 nanti tapi kalau sudah tidak ada yang dikerjakan ya mau apalagi.” Kataku menjelaskan. Memang para karyawan sudah pulang sejak jam 4 tadi sementara aku tetap disini karena menghindari macet dan biasa mulai pulang jam 7 atau setengah 7 untuk menghindari kemacetan. “Ohh gitu. Kirain sedang ada apa. Wah berarti saya mujur dong karena nggak ketinggalan hehehe…” kata mbak Farah bercanda. Dalam hatiku sih aku senang-senang saja malam ini dia pulang bareng denganku karena malam ini dia pakai pakaian yang sangat seksi. Kenapa harus dilewatkan, iya khan? Kami lalu ngobrol berdua di ruangan kantorku sambil minum sereal hangat yang kubuat. Sesekali mbak Farah mengalihkan silangan kakinya dari kiri ke kanan saat itulah aku bisa melihat jelas celana dalam mbak Farah karena kami duduk berhadap-hadapan.
Pahanya yang mulus putih itu semakin lama membuatku semakin tak kuasa menahan rasa ingin memeluknya dan mencumbu perempuan cantik ini dan mengabaikan kalau dia ini istri orang lain. Jam sudah menunjukkan pukul 6 malam. Masih tersisa waktu setengah jam lagi untuk kami berduaan. Serasa hatiku ini tidak rela untuk pulang dan ingin berlama-lama dengan wanita didepanku ini. Aku tahu ini salah tetapi hasrat sebagai seorang lelaki membuatku tak dapat berpikir jernih. “Mas, gimana kalau sambil menunggu jam tujuh kita makan dulu. Didepan kantor ada warung makan yang enak.” Usul mbak Farah kepadaku. Aku sih setuju-setuju saja. Lagipula perutku juga sudah mulai lapar. Padahal biasanya aku betah-betahin untuk menahan lapar sehingga sampai dirumah nanti bisa makan masakan istriku. Tetapi kali ini berbeda. Jadi juga akhirnya kami berdua makan di warung makan itu. Walaupun tidak begitu besar tetapi bersih dan masakannya juga enak walaupun tidak seenak masakan istriku tentunya. “Sudah jam 7 kurang 15 menit.
Kita masuk mobil saja dulu sepertinya jalanan sudah mulai longgar tuh.” Kataku pada Mbak Farah. Perempuan ini mengangguk setuju dan akhirnya kami masuk ke mobil sedanku. Sebuah peristiwa tak terduga terjadi secara tak sengaja. Mbak Farah tersandung saat akan masuk kedalam mobil. Tubuhnya terhempas kedepan dan menindih aku yang sudah duduk di kursi. Untung saja kepalanya tidak terantuk setir mobilku. Namun yang membuatku gugup adalah kepalanya pas sekali ambruk di atas selangkanganku. Tanganku juga tak sengaja tertindih payudaranya yang besar itu. Entah apa yang merasukiku, tanganku tanpa dapat kukendalikan lagi meremas payudara perempuan ini. Mbak Farah melenguh pelan lalu bangkit dari terpuruknya. Wajahnya memerah sepertinya menahan malu. Aku sendiri juga malu setelah sadar kalau batang kemaluanku ternyata sudah tegang saat wajah mbak Farah tanpa sengaja menyentuh selangkanganku ini. Kami berdua terdiam cukup lama di dalam mobil ini. Aku mencoba membuka percakapan dan saat itulah kami bertatapan muka. Pandangan kami beradu cukup lama.
Entah apa yang mempengaruhiku, aku mulai berani mendekatkan wajahku kepadanya. Sesaat kemudian bibir kami saling bersentuhan. Setan apa yang mendorongku aku sendiri juga tidak tahu. Yang jelas selang beberapa detik saja kami sudah saling melumat bibir satu sama lain. Mobil itu menjadi saksi betapa panasnya ciuman kami berdua, diluar dugaan Mbak Farah sangat mahir dalam berciuman. Dia juga tidak sungkan ketika aku menggunakan lidahku dalam berciuman. Tidak cukup hanya itu, tanganku sudah mulai meraba payudara Mbak Farah lagi yang saat itu masih berbalutkan pakaian kerja. Aku copot jas kerjanya lalu satu demi satu kancing kemeja Mbak Farah aku lepaskan hingga sekarang tinggal bra warna krem-lah yang menjadi penghalang mataku dengan payudara indah wanita cantik ini. Remasan-remasan tanganku sepertinya sudah berhasil membangkitkan gairah terpendam milik Mbak Farah. Dia semakin liar saja. Bahkan tangannya sudah berani mengusup kedalam celana panjangku dan hanya butuh waktu beberapa detik saja sebelum akhirnya dia berhasil menemukan batang penisku yang memang bukan hanya sudah tegang tetapi sudah basah.

Mbak Farah tersenyum begitu tahu kalau aku juga terangsang berat. Lalu dia merebahkan kursinya dan mencopot bra yang dia pakai sehingga aku bisa dengan leluasa menikmati pemandangan indah tersebut. Buah dada Mbak Farah memang benar-benar besar. Sesuai dengan dugaanku yaitu F-Cup. Aku tak sabar ingin meremas dan menciumi payudara indah tersebut beserta puting susunya yang sudah tegang menantang itu. Sesekali tubuh Mbak Farah membusung tiap kali aku menghisap puting susunya yang mancung itu. Tanganku meraba vagina wanita cantik ini dan ternyata celana dalamnya sudah basah sekali. Tanpa pikir panjang segera ku singkap rok mininya itu sehingga tersingkap keatas lalu kutarik celana dalamnya hingga lepas. Sekarang bukan cuma payudara Mbak Farah yang terlihat jelas tetapi juga vaginanya dapat jelas kulihat. Perempuan ini masih sedikit malu-malu ketika aku berhasil melucuti celana dalamnya. Sebelah tangannya berusaha untuk menutupi vaginanya yang tercukup rapi itu. Namun aku tak ambil pusing, jemariku segera bekerja disana.
Jari telunjuk dan jari kelingkingku membuka bibir vagina Mbak Farah yang sudah basah itu sementara jaru tengan dan jari manisku kuarahkan kedalam vaginanya. Dengan gerakan menusuk-nusuk membuat mbak Farah semakin kalang kabut dibuatnya. Desahan demi desahan tak terhindarkan lagi keluar dari mulutnya. “Akhh..Mas..jangan disitu…akhhh…” desahnya lagi saat jemariku berkarya di liang kewanitaannya. Cairan pelumas segera kembali meluber membasahi bibir vagina wanita cantik ini. Memang soal permainan jari aku sudah ahli. Istriku saja sampai kubuat orgasme dengan jari saja. Klitorisnya mulai menegang dan tanda dia akan orgasme semakin dekat saja. Beberapa menit kemudian berkat permainan jemariku di vaginanya ditambah dengan cumbuan tangan dan bibir beserta lidahku di sepasang payudaranya, Mbak Farah mencapai klimaksnya. Dia mendesah cukup keras sambil menahan jeritan nikmat. Bibir bawahnya dia gigit sendiri menahan sensasi kenikmatan yang meluap dari dalam dirinya. Tubuhnya mengejang sesaat lalu setengah menit kemudian dia lemas.
Peluh membasahi tubuh seksi dan montok wanita ini. Mbak Farah akhirnya mencapai klimaksnya hanya dengan petting saja. Aku tersenyum melihatnya terduduk lemas di bangku mobilku yang sudah disandarkan. “Mbak Farah benar-benar hebat. Mas Susno beruntung punya istri secantik dan seseksi mbak Farah.” Pujiku. “Aku sebenarnya sudah lama suka dengan mbak Farah hanya saja selalu kutahan, sekarang aku sudah puas bisa bermesraan dengan wanita secantik mbak ini.” Pujiku lagi. Wajah mbak Farah memerah entah karena pergumulan tadi atau karena menahan malu karena sudah menyerahnya separuh dirinya padaku padahal dia punya seorang suami yang menunggunya dirumah. “Mas Ridwan ini memujinya kok tinggi banget sih? Ntar aku jadi ke ge-er-an lho. Lagian mas Ridwan khan juga punya istri cantik. Pasti mbak Nia juga setiap malam merasakan keahlian tangan mas Ridwan ini, beruntungnya mbak Nia ya…” ujar Mbak Farah. Aku tersanjung dibuatnya karena dia mengakui kehebatan jemariku ini. Belum sempat aku bicara tiba-tiba tangan Mbak Farah menyentuh penisku lalu dengan cekatan dia mengocoknya perlahan.
Batang kejantananku yang sebelumnya sudah setengah tiang sekarang kembali perkasa hanya dengan sedikit sentuhan dan rangsangan dari Mbak Farah. Lalu tanpa kuduga Mbak Farah mengarahkan bibirnya ke ujung penisku dan menciumnya perlahan lalu lidahnya bermain di ujung penisku itu dan pada akhirnya seluruh batang kemaluanku itu dilumatnya masuk kedalam mulut wanita cantik ini. Rasanya bagaikan di awang-awang. Disertai dengan rangsangan tangannya pada buah zakarku, mulut Mbak Farah maju mundur seolah mengocok penisku sembari dari dalam, lidahnya tak henti-hentinya melumat batang kemaluanku ini. “Mbak Farah…akhhh…” desahku menahan rasa nikmat. Tak butuh waktu lama sampai akhirnya aku merasa akan mencapai klimaks. Lalu Mbak Farah mencabut penisku dari mulutnya begitu dia tahu kalau aku sudah nyari ejakulasi. Aku lalu mengarahkan penisku ke belahan payudaranya.

Mbak Farah lalu menggunakan himpitan sepasang payudaranya untuk mengocok batang penisku ini. “Keluarin aja semua mas. Aku pengen mas Ridwan juga merasakan nikmat seperti yang aku rasakan tadi.” Kata Mbak Farah sambil sesekali menjilati ujung kemaluanku.
“Akhh..mbak…aku keluar…akhhh…” racauku sambil kedua tanganku menekan pundak Mbak Farah. Batang kemaluanku berdenyut sangat cepat lalu cairan putih kental menyembur membasahi sepasang buah dada wanita cantik ini bahkan beberapa sempat menyemprot kearah wajah Mbak Farah. “Maaf mbak. Tadi nggak sempet aku kontrol. Wajah mbak jadi kotor deh.” Kataku meminta maaf. Mbak Farah hanya tersenyum sambil membersihkan wajahnya dengan tissue sementara aku membantu membersihkan payudaranya dengan tissue juga. “Nggak apa-apa kok. Kalau mas Susno sering nakal sih menyemprotkan didalam mulut tanpa bilang-bilang padahal saya nggak suka dengan rasanya, jadi pengen muntah mas.” Sahutnya pelan. “Mungkin karena belum biasa aja kali mbak.” Kataku. Padahal istriku sendiri juga tidak pernah mau menelan spermaku. Dia selalu marah-marah ketika aku tanpa sengaja atau sengaja menyemprotkan cairan maniku kedalam mulutnya ketika melakukan oral seks. Akibatnya dia sering kali menolak melakukan oral seks tersebut. Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam.
Kami lalu merapikan diri dan bergegas pulang. Sepanjang perjalanan aku tak henti-hentinya meraba-raba payudara Mbak Farah yang sudah terbungkus oleh bra itu. Wanita cantik itu hanya tersenyum melihat ulahku. Dia sempat membalas dengan meraba dan mengocok kembali penisku namun karena aku nyaris kehilangan kendali atas setir mobilku maka niatan itu dia hentikan. Sesampainya dirumah, Mbak Farah langsung masuk kamarnya sementara aku sudah ditunggu istriku. “Mas, kok baru pulang? Macet ya?” tanya istriku, aku hanya mengiyakan saja. Seandainya dia tahu kalau aku habis petting habis-habisan dengan Mbak Farah entah apa yang akan dia lakukan. Malam itu istriku tumben tidak meminta jatah malamnya. Tapi bagiku tidak masalah karena aku sudah mendapatkan dari Mbak Farah walaupun hanya sebatas blow job saja. Dua hari kemudian, tepat akhir pekan, pekerjaanku sepertinya sudah selesai semua dan aku mempunyai waktu luang cukup banyak. Semua laporan dan pembukuan sudah ditangani dan sejak jam 12 siang aku sudah bebas dari pekerjaan.
Sebenarnya aku bisa saja pulang namun aku iseng ingin kembali mengulang kebersamaanku dengan mbak Farah tempo hari. Iseng-iseng aku telepon Mbak Farah lewat telepon kantorku dan dia menyahutnya. Ternyata Mbak Farah juga sedang senggang. Lalu kami makan siang berdua. “Wah kebetulan mas, saya juga sedang nggak ada kerjaan. Maklum selama dua hari terakhir ini selalu lembur jadi semua laporan sudah selesai. Mas sendiri habis ini mau kemana?” tanya Mbak Farah diselang makan siang kami. “Hmmm, nggak tahu yah. Tapi kalau Mbak Farah memang udah nggak ada kerjaan gimana kalau kita keluar aja. Kebetulan tadi ada selebaran promo mengenai tempat karaoke yang baru. Tempatnya nggak begitu jauh dari sini dan katanya sih lumayan eksklusif gitu.” Ajakku. Dalam hati aku berharap agar dia setuju. Mbak Farah menghabiskan minumannya lalu beranjak berdiri. “Boleh juga tuh mas. Ayo! Lagi pula dari pada bengong di kantor.” Dia setuju dan dengan hati gembira penuh pengharapan aku melajukan mobilku kearah tempat tujuan kami. Ternyata tempat karaoke itu benar-benar eksklusif, jadi wajar saja kalau promonya juga besar-besaran di perkantoran.
Aku lalu memesan kamar untuk kami berdua selama dua jam. Pelayan disana lalu menyajikan menu minuman dan makanan ringan untuk teman karaoke kami. Setelah selesai administrasinya kami langsung menuju ke kamar yang di maksud. “Wah, gede juga yah. Ini sih bisa untuk delapan sampai sepuluh orang mas.” Kata Mbak Farah kepadaku. Memang sih kamarnya cukup besar dengan televisi LCD ukran 30 Inchi dan sound lengkap. Sofanya yang besar juga empuk bahkan pas buat tidur sekalipun….tidur? Ya, pikiran itu terbersit di otakku baru saja. Selama lima belas menit pertama kami hanya berkaraoke berdua sambil sesekali menenggak minuman dalam botol. Aku tahu minuman itu mengandung alcohol sekitar 5% namun Mbak Farah sepertinya tidak sadar dan menganggap kalau muniman itu hanyalah soft drink biasa. Setelah hampir dua botol minuman itu habis kami tenggak, aku mulai melihat Mbak Farah sudah mulai tipsy walaupun belum sepenuhnya mabuk. Bicaranya mulai sedikit ngelantur. Aku mempergunakannya untuk mendekatinya.
Sengaja aku mendekatkan wajahku dengan wajahnya dan sesuai dugaanku tak butuh waktu lama untuk akhirnya kami berdua berciuman dengan mesra atau lebih tepatnya dengan panas. Nafsu sudah sampai diujung kepala dan tak tertahankan lagi. Baik aku maupun Mbak Farah masing-masing saling melucuti baju pasangannya. Sejak awal memang aku sudah mengunci pintu kamar ini sehingga aku sudah bebas kekhawatiran jika ada orang masuk. Sekarang dihadapanku adalah Mbak Farah yang sudah bugil total. Dia tidak mengenakan sehelai benangpun ditubuhnya begitu juga denganku. Kami lalu berpagutan mulut kembali. Lidah kami berdua saling melilit dan menjilat satu sama lain sementara kedua tangan kami bergerilya ke area rawan pasangan masing-masing. Tangan Mbak Farah mulai mengocok penisku sementara tangan yang satunya mengelus dadaku yang bidang ini. Sementara itu dia membiarkan kedua payudaranya aku mainkan malah dengan tangannya dia mengarahkan sebelah tanganku yang satu lagi untuk menstimulsi vaginanya yang sangat basah itu. Kembali Mbak Farah merasakan kenikmatan permainan tanganku yang memang pernah membuatnya orgasme dua hari lalu. Sekarang tidak ada lagi bunyi orang bernyanyi yang ada hanya bunyi desahan kami berdua yang sedang berpacu dengan kenikmatan.
Aku lalu merebahkan tubuh Mbak Farah ke sofa yang lebar itu lalu mengangkat kedua tungkai kakinya dan menyandarkan kedua tungkai kakinya tersebut ke pundakku. Perlahan aku mengarahkan penisku kearah vagina Mbak Farah namun Mbak Farah sepertinya sadar hal tersebut dan dengan kedua tangannya berusaha untuk menutupi vaginanya agar aku tidak bisa penetrasi. “Mas Ridwan, jangan! Aku masih belum siap. Aku nggak mau mengkhianati mas Susno lebih dari ini.” Ujar Mbak Farah sambil berusaha mencegahku. Namun nafsuku sudah sampai di ubun-ubun membuatku tidak peduli lagi. Aku lalu menindih tubuhnya sambil kedua tanganku menarik tangannya keatas kepala Mbak Farah dan mencekalnya supaya tidak berontak lagi sambil bibirku terus menjelajah bibir, leher dan payudara wanita cantik ini. Akhirnya Mbak Farah kehabisan tenaga untuk melawan, mungkin juga karena dia sudah tipsy sebelumnya. Wanita cantik itu hanya menyerah begitu saja ketika ujung penisku mulai menyentuh bibir vaginanya yang merah merekah itu. Dengan sedikit dorongan akhirnya kepala penisku masuk juga kedalam liang senggamanya diiringi dengan desahan yang keluar dari mulut perempuan seksi ini. “Mas Ridwan…akhhh…” desahnya sambil memalingkan mukanya kesamping mungkin Mbak Farah malu karena penisku sekarang sudah menjebol batas kesetiaannya kepada suaminya. Sekarang penis pria yang bersarang di vaginanya bukanlah milik suaminya melainkan milik orang lain.
“Mbak Farah, ternyata vagina mbak Farah masih sempit ya. Mas Susno pasti senang tiap hari dapat jatah dari Mbak Farah.” Ujarku dan Mbak Farah semakin malu dibuatnya. Wajahnya memerah dan tak ada satu patah katapun terucap dari bibir manisnya itu. “Akhhh…pelan mas…” ujar Mbak Farah ketika aku mulai kembali mendorong masuk batang penisku yang tersisa. Apa mungkin penisku ini lebih besar dari milik Mas Susno atau memang vagina Mbak Farah yang memang sempit. Perlahan tapi pasti akhirnya aku berhasil melesakkan seluruh bagian penisku kedalam vagina Mbak Farah. Pelan-pelan aku mulai menyodok-nyodok penisku yang bersarang di liang kewanitaan perempuan cantik ini. Sekarang Mbak Farah seolah tergolek tak berdaya di depanku. Aku menindihnya dengan nafsu yang terus bertambah. Pompaanku yang semula pelan sekarang sudah mulai cepat. Entah berapa kali pompaanku berhasil membuat ujung penisku menyodok dinding rahim Mbak Farah. “Akhh..mas..pelan-pelan!” ucap Mbak Farah lirih diiringi desahan suaranya.
Suara seksi desahan yang keluar dari mulut wanita ini bercampur dengan bunyi kecipak cairan kedua kemaluan kami yang saling beradu. Suara khas orang bercinta ini memenuhi seluruh ruangan. Untungnya ruangan ini kedap suara karena jika tidak maka bisa terdengar diluar sana. Aku mengangkat tubuh Mbak Farah hingga kami sekarang duduk berhadap-hadapan sementara tubuhnya aku pangku dengan pahaku. Aku tak henti-hentinya mengangkat-angkat pantatnya agar penisku tetap bisa memompa vagina Mbak Farah sambil sesekali menggoyangnya kekiri dan kekanan sehingga ujung penisku ini bisa menelusuri dinding liang senggama istri Mas Susno ini. Namun tak butuh waktu lama sampai Mbak Farah mulai terhanyut dalam permainanku dan dia dengan sukarela menaik turunkan selangkangannya sendiri sehingga sekarang aku tinggal menikmati pelayanan Mbak Farah ini. Dengan gaya women on top perempuan ini semakin beringas saja. Aku bisa melihat payudaranya bergoyang kesana kemari karena ukurannya yang besar sehingga menjadikan pemandangan seksi sekali bagiku karena milik istriku tidak sampai sehebat itu berguncangnya.
Sambil tanganku meremas-remas buah dadanya aku ikut membombardir vagina Mbak Farah dari bawah. Cairan kemaluan keluar deras dari vagina Mbak Farah disertai tubuhnya yang mengejang. Ternyata Mbak Farah sudah mencapai klimaksnya kali ini. Namun aku masih belum puas, lalu aku kembali menindih wanita cantik ini dan kembali menumpangkan kedua tungkai kakinya di bahuku dan menindih tubuh seksinya itu sehingga lutut Mbak Farah sekarang menyentuh buah dadanya sendiri. Lalu dengan tak kalah beringas aku memompa penisku didalam vaginanya dengan cepat hingga beberapa menit kemudian aku merasakan penisku mulai berkedut keras dan akhirnya menyemburkan cairan putih kental di dalam rahim Mbak Farah. Tak ada nada protes dari mulut Mbak Farah walaupun kala itu dia tahu kalau didalam rahimnya telah penuh cairan spermaku. Beberapa bahkan mengalir keluar lewat bibir vaginanya. Tak ada pikiran takut akan resiko hamilnya Mbak Farah nanti. Kami berdua hanya memikirkan kepuasan hasrat kami saja.
Sepuluh menit kemudian kami lalu merapikan diri dan menyudahi acara karaoke ini walaupun baru satu jam kurang lebih kami menggunakan ruangan tersebut. Setelah menyelesaikan urusan administrasi kami segera cabut dari tempat itu dan pulang kerumah. Hanya ada diam selama di dalam mobil yang melaju kala itu. Mbak Farah terdiam begitu juga dengan aku. Mungkin Mbak Farah menyesali semua keputusannya yang menyerahkan kesetiaan cintanya akan sang suami dengan hasrat seksualnya denganku. Aku sendiri diam karena bingung harus ngomong apa dengannya. Sesampainya dirumah kost, sepertinya rumah masih sepi dan seluruh penghuni kost tidak ada dirumah. Maklumlah karena semua penghuni kost merupakan karyawan dan jika ada pasangan suami istri tinggal disana juga adalah pasangan muda yang baik lelaki maupun perempuannya bekerja dan pulang biasanya jam 5 sore atau malam malahan. Berarti tinggal ada istriku Nia dan suami Mbak Farah, batinku dalam hati. Ketika kami berdua melangkah dan mendekati kamar kami yang bersebelahan, aku mendengar suara rintihan dan desahan dari kamar Mas Susno dan Mbak Farah.
Sepertinya Mbak Farah juga mengetahui hal tersebut dan memintaku agar berjalan perlahan. Bagaikan maling yang mengincar barang berharga, kami berdua mengendap-endap mendekati jendela kamar Mbak Farah. Karena jendela bagian depan kamar tertutup rapat maka kami memutuskan untuk mengintip dari bagian belakang. Bagian belakang kamar mereka memang terdapat lubang kecil dengan ukuran sekitar 30cm-40cm yang dulu merupakan bekas exhause fan namun sekarang hanya tinggal lubangnya saja. Semakin dekat dengan lubang itu aku semakin mendengar jelas desahan yang keluar dari kamar itu. Itu jelas-jelas desahan seorang wanita tetapi siapa? Semakin dekat aku semakin jelas dan tiba-tiba terbersit dalam benakku kalau desahan dan rintihan wanita itu seperti milik istriku, Nia. Desahan tersebut sangat mirip sekali dan begitu aku mengintip lewat lubang tersebut benar saja aku kaget bukan kepalang. Aku melihat Nia, istriku sedang disetubuhi oleh Mas Susno. Keduanya sudah dalam keadaan telanjang. Suara televisi yang di nyalakan tidak dapat mengelabui suara desahan yang keluar dari mulut mereka berdua. Mereka sedang bercinta.

Istriku dengan posisi merangkak sedang Mas Susno dibelakangnya terus membombardir vagina istriku dengan sodokan-sodokan penisnya. Tubuh istriku yang langsing dan putih mulus berkebalikan dengan tubuh Mas Susno yang cokelat kehitaman dan sedikit gemuk. Mbak Farah menahan rasa terkejutnya melihat suaminya bermain cinta dengan wanita lain. “Akhh…mas Susno…terusss…masss..” desah istriku. Aku tak percaya istriku meminta Mas Susno agar terus menyetubuhinya. “Enak ya dik dientotin sama mas Susno? Kalau sampai Mas Ridwan tahu gimana coba…hehe…” ujar Mas Susno sambil menyodok vagina istriku dengan keras. Istriku menjerit kecil, “Akhh…nggak apa-apa. Mas Ridwan juga jarang dirumah pulang baru…akhhh…nanti malam…” ujarnya kemudian keduanya berciuman hangat. Brak!!! Keduanya kaget ketika pintu dibuka oleh Mbak Farah. Memang Mbak Farah mempunyai kunci duplikat untuk jaga-jaga seandainya dia pulang pas Mas Susno sedang pergi. Keduanya kelimpungan mencari kain untuk menutupi tubuh mereka yang telanjang. Namun selimut yang diraih Mas Susno sudah buru-buru di serobot oleh Mbak Farah.
Dalam kebingungan, istriku hanya menangis lalu menghambur kearahku dan bersujud dikakiku sambil berlinang air mata. Segala macam ucapan permintaan maaf keluar dari bibirnya. Dadaku sesak melihat istriku yang telanjang ini telah habis di garap oleh orang lain selain diriku. Namun terbersit ucapan Iwan tempo hari mengenai variasi seks lalu aku mencegah saat Mbak Farah akan melabrak suaminya. Lalu meng-kode-nya agar dia tenang dan sepertinya dia tahu maksudku. Lalu setelah menutupi tubu bugil Mas Susno dan istriku kami menutup pintu kamar dan menanyai hubungan mereka berdua. Dari semua pengakuan mereka ternyata hubungan Mas Susno dengan istriku baru berlangsung dua hari yang lalu ketika aku telat pulang kantor. Sementara itu istriku sudah terlanjur minum obat perangsang. Itu menjelaskan mengapa hari-hari sebelumnya dia begitu hangat, ternyata dia meminum obat perangsang dosis tinggi sehingga dia selalu minta jatah berulang kali padaku dan dua hari lalu dia malah tidak minta sama sekali, ternyata dia sudah memperoleh jatahnya dari Mas Susno, suami Mbak Farah. Bahkan sampai 4 kali dalam dua jam.
Aku lalu bertanya apakah mereka menggunakan pelindung waktu itu dan mereka menjawab tidak karena istriku mengatakan dia sudah meminum pil KB sebelum dan sesudah berhubungan intim tersebut. Dia sama sekali tidak sengaja bercinta dengan Mas Susno jika bukan karena pengaruh obat tersebut. Karena waktu itu Mas Susno sedang datang untuk meminjam tang untuk memotong kawat sementara istriku tidak tahu tempat penyimpanannya sehingga mereka berdua dikamar mencarinya. Kala itu istriku hanya mengenakan daster untuk tidur karena memang dia rencananya akan menyambut kepulanganku. Tak disangka yang menuai malah Mas Susno. Sore itupun mereka berdua bercinta habis-habisan. Dan peristiwa barusan juga karena istriku dan Mas Susno berunding agar hal itu tidak terjadi lagi namun karena rayuan Mas Susno akhirnya istriku takluk juga untuk kedua kalinya. Dan mereka berdua bercinta habis-habisan lagi, hanya saja kali ini sudah ketahuan terlebih dahulu. Dengan berlagak marah aku dan Mbak Farah menghakimi mereka. Baik istriku maupun Mas Susno sama-sama meminta maaf berulang kali dan tidak ingin bercerai.
Bahkan Mas Susno sampai menyembah-nyembah kami berdua agar memaafkannya. Sebuah ide yang sudah lama tertanam diotakku langsung kukeluarkan. “OK kalau begitu. Karena kalian berdua sudah sering bercinta maka sebagai balasannya aku dan Mbak Farah akan bercinta juga. Bukan cuman itu tapi kami akan berhubungan intim didepan kalian berdua.” Ucapku. Mas Susno protes namun karena Mbak Farah kembali menakannya maka dia hanya pasrah. Akhirnya jadi juga aku bercinta dengan Mbak Farah. Siang itu aku kembali memompa vagina Mbak Farah kali ini dengan posisi doggy style seperti yang dilakukan istriku dengan Mas Susno. Aku sengaja memeperlihatkan ekspresi wajah Mbak Farah didepan suaminya yang masih bugil itu (baik Mas Susno maupun Nia tidak diijinkan untuk memakai pakaian mereka kala itu). Aku tertawa dalam hati melihat penis Mas Susno yang menegang melihat istrinya aku kerjai. Tak puas hanya menggarap Mbak Farah sekarang aku memanggil Nia agar bergabung. Sekarang Nia, istriku aku minta untuk berbaring terlentang sementara diatasnya aku minta Mbak Farah dalam posisi merangkak.
Sekarang didepanku terpampang dua vagina siap sodok. Di bagian atas Mbak Farah vaginanya yang sempit dan basah itu sementara itu di bawahnya terdapat bibir vagina Nia istriku yang berbulu agak lebat itu. “Akkhhh…mas Ridwan…ekkhhh…” desah Mbak Farah ketika aku menusukkan lagi batang penisku kedalam vaginanya. Lalu setelah beberapa kali pompaan aku lalu mencabutnya dan mengarahkan penisku ke vagina Nia istriku dan melesakkannya kedalam vaginanya. Bergantian istriku dan Mbak Farah merasakan kenikmatan sodokan penisku. Mungkin karena aku sudah berejakulasi sebelumnya sehingga permainanku kali ini jauh lebih lama. Bergantian kedua perempuan ini mencapai klimaks mereka. Istriku mencapai orgasmenya lebih dulu lalu setelah beberapa detik kemudian segera aku alihkan sodokanku ke vagina Mbak Farah dan kami berdua mencapai orgasme bersama. Sebagian spermaku menyembur di vagina mbak Farah lalu dengan cepat kucabut dan kumasukkan kedalam liang kemaluan Nia istriku dan menghabiskan sisa spermaku disana. Mbak Farah lalu terkulai lemas di atas tubuh istriku.
Aku puny ide tambahan lagi meminta mereka berdua berciuman. Adegan lesbi yang menggairahkan lalu aku minta supaya keduanya kembali melayaniku walaupun kali ini aku tidak sampai orgasme. Aku melihat Mas Susno yang termenung melihat polah istrinya yang disetubuhi orang lain. Aku kemudian menghentikan gerakan sodokanku di vagian Mbak Farah. “Mas. Kalau mas Susno mau silakan pakai aja Nia untuk sementara ini. Dari pada bengong, aneh juga kalau pas ngentotin cewe ada yang nonton.” Ujarku kepadanya. Mas Susno bingung tapi setelah itu sebuah senyuman tersungging di bibirnya. Akhirnya kami menutup tragedy itu dengan sebuah swing party antara aku, istriku, Mbak Farah dan Mas Susno. Sesekali aku melihat Mas Susno yang sedang asik menggarap tubuh molek istriku yang dibaringkan terlentang disamping tubuh Mbak Farah yang memang sedang kutindih. Kami berdua berlomba mengerjai istri lawan kami masing-masing. Sengaja atau tidak tapi aku melihat istriku mencium mesra mas Susno lalu Mbak Farah membalasnya dengan menciumku lebih panas lagi.
Seperti lomba saja jadinya, hanya saja lomba kali ini adalah lomba seks. Entah sudah berapa kali sperma tumpah di tubuh istriku atau di tubuh Mbak Farah. Baik vagina maupun bagian perut mereka berdua sudah diselimuti cairan sperma baik dari milikku maupun Mas Susno. Beberapa kali aku bertukar posisi dengan Mas Susno, dan baik Mbak Farah maupun Nia sepertinya merasakan kenikmatan tersendiri ketika pergantian penis tersebut. Percintaan itu kami akhiri dengan pasangan resmi kami masing-masing. Mas Susno menyemprotkan hasil ejakulasinya yang ketiga sore itu di dalam vagina istrinya, Mbak Farah. Sementara itu aku menumpahkan sisa spermaku yang mulai encer itu kedalam rahim Nia, istriku. Lalu kami berpelukan dengan pasangan masing-masing. Walaupun beberapa kali tangan Mas Susno mencoba bermain-main dengan puting istriku. Entah petualangan kali ini apakah akan berlanjut ke hal yang lebih seru atau tidak karena aku dan Mbak Farah jelas tidak ingin menyudahi kenikmatan ini.

Cerita Dewasa Budak Pemuas Nafsuku

Cerita Dewasa Budak Pemuas Nafsuku ini bukan cerita dewasa terbaru tapi juga bukan sembarang cerita dewasa yang biasa anda baca, kalau tidak percaya silahkan cek langsung cerita dewasa ini yang mengisahkan antara budak dan pemuas nafsu
Saya adalah seorang wanita, single dan telah 8 tahun bekerja di sebuah perusahaan multi national yang terkenal, mungkin para pembaca mengetahui sebagai pekerja apalagi di sebuah perusahaan yang besar, karir kita tidak akan pernah mencapai posisi puncak, tentunya posisi ini biasanya diisi oleh seorang Expat yang ditunjuk langsung oleh headquarters yang bertempat di luar negeri. ..... Selama 8 tahun saya terus berambisi dan bekerja keras untuk mendapatkan jabatan yang lebih tinggi lagi, dimana bukan hanya imbalan materi dan fasilitas yang lebih baik, tetapi juga untuk mendapatkan kekuasan yang lebih, hal kedua ini sifatnya lebih condong untuk kepuasan batin. ..... Saya rasakan juga bahwa hal ini lumrah bagi manusia untuk

 mendapatkan hal yang lebih dan kelebihan itu selalu berkisar di antara hal hal tersebut, hanya setiap orang mempunyai hasrat dan ambisi yang berbeda beda dan di tambah dengan faktor talenta, kemauan untuk kerja keras dan faktor keuntungan tentunya tidak semua orang akan mendapatkan level yang sama. ..... Di perusahaan di tempat saya bekerja, saya terkadang merasa tertekan di mana atasan saya selalu menganggap saya sebagai budaknya dan segala hasil kerja keras saya selalu di ambil creditnya untuk atasannya lagi. Terkadang sebagai wanita kita juga sering di lecehkan (tidak secara sexual dalam case saya) tetapi dalam arti batas kemampuan kita, kelemahan dan lain sebagainya. Saya mengerti di dunia ini dan sudah menjadi kenyataan ada kecenderungan pria dianggap sebagai manusia yang lebih dalam segala hal sehingga segala sesuatunya akan lebih baik bila pria yang mengerjakannya sehingga mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi. ..... Oleh karena hal tersebut di atas saya berkesimpulan bahwa sebab sebab dari kesukaan saya untuk menjadi seorang Domina dalam fantasi permainan sex ini mungkin berawal dari ketidak puasan saya dengan kejadian kejadian dan situasi di tempat kerja saya tersebut. Permainan fantasi sex ini seakan membalaskan dendam saya terhadap ketidak puasan dan keadaan di tempat saya bekerja sehingga secara kejiwaan saya bisa menjadi sangat menikmati dan puas bila dapat melihat seorang pria tidak berdaya dan menurut atas kemauan saya apalagi ketidak berdayaannya itu dilakukannya sendiri dengan sukarela dan senang hati. ..... Pertanyaan pertanyaan dari para pembaca yang menanyakan akan sebab dari kesukaan saya ini semoga bisa dengan jelas terjawab dalam penjelasannya yang saya ungkapkan dengan sejujur jujurnya diatas. ..... Mungkin cukup penjelasan saya mengenai back ground dari kesukaan saya ini, kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya dengan seorang pria yang kebetulan juga cocok dengan fantasi saya dan juga cocok selera dengan saya dari segi fisik maupun sifatnya. ..... Seleksi dan Recruitment ..... Pertemuan saya dengan budak cowok saya yang baru ini berawal dari email. Setelah pemuatan cerita saya yang berjudul "Pemijat Submissive", banyak sekali cowok yang berkirim surat kepada saya untuk meminta dijadikan budaknya. Namun dari sekian banyak email saya memilih beberapa saja yang saya balas, tentunya dari balasan yang ada saya juga menyeleksi ulang lagi cowok- cowok yang mendaftar untuk menjadi budak saya. ..... Kriteria pemilihan saya terutama adalah orang yang intelegent, open minded dan tentunya benar benar menghayati perannya sebagai seorang budak. Kemudian saya juga memeriksa background orang tersebut dari segi materi, kebersihan dan status perkawinan. Saya sengaja mencari orang yang status sosialnya cukup tinggi, sudah kawin dan cukup mapan, pertimbangan ini saya pilih untuk menghindari masalah privacy saya di dunia luar, karena saya juga yakin seorang dengan kriteria yang tadi juga ingin rahasia jati dirinya di jaga sehingga kami bisa saling menjaga privacy. ..... Dari proses penyaringan tersebut akhirnya saya memilih satu kandidat yang saya pikir cukup memadai, namanya Anwar. Dia adalah seorang Chinese yang cukup mapan, berasal dari keluarga yang terhormat, sudah kawin dan berusia 32 tahun. Setelah kurang lebih 1 bulan kami saling mengenal diri melalui telepon dan email akhirnya saya merasa sudah cukup comfortable untuk bertemu langsung dengan dia. ..... Pertemuan kami atur di sebuah Mall besar di Jakarta Barat yang sangat terkenal dan ramai, pertemuan ini di sepakati pada hari dan jam kerja, di sebuah coffe shop. ..... Saya sengaja datang 60 menit lebih awal untuk mempelajari situasi dan menyiapkan jalan untuk back out dari pertemuan ini bila ternyata si Anwar itu tidak cocok dengan deskripsi yang telah dia berikan, terus terang pembaca saya sangat nervous sekali waktu itu. ..... Sambil duduk dan minum cafe late yang sudah dihidangkan saya berharap harap cemas menunggu pertemuan dengan Anwar, jantung saya berdebar debar keras, dan efek dari coffe yang saya minum sepertinya membuatnya menjadi tambah parah. Tiba tiba telepon HP saya berdering, sepertinya jantung saya hampir copot mendengarnya, memang kami sudah berjanji untuk saling menelpon bila sudah dekat di lokasi. ..... "Hello Mbak, saya Anwar..""Oh iya.. Sudah dimana kamu?" desahku sambil gemetar. ..... Sambil menjawab saya melihat ke sekeliling coffe shop, ketika itu saya melihat seseorang cowok yang sedang berdiri dan celingukan sambil menelpon. Mata kami beradu dan dia tersenyum sambil mengangukan kepalanya, seketika itu saya langsung tahu kalau cowok itu adalah Anwar yang sepertinya sudah saya kenal walau hanya melalui telepon dan email. Dia berjalan menghampiri saya sambil tersenyum dan menyodorkan tangannya untuk berjabatan tangan. ..... Para pembaca, pertemuan yang mendebarkan ini ternyata cukup menyenangkan, saya seketika merasa nyaman sekali berada di dekat si Anwar setelah bertemu dan mengobrol ngalor ngidul tentang kehidupan kami. Orangnya menurut saya sangat open minded, pintar dan sedikit pemalu, secara fisik cukup menarik, tingginya sekitar 180 cm, kulitnya putih bersih kecoklatan, rambut pendek, badan cukup berisi hanya sedikit gemuk di sekitar pinggang. ..... Tanpa terasa kami sudah ngobrol selama 1 jam, selama ngobrol mata kami saling bertatapan, dan saya melihat ketulusan dan kejujuran di sorot matanya, sesekali dia menundukan mata bila saya bertanya yang sifatnya sangat pribadi, saya merasa berada diatas angin dan mendominasi pembicaraan. Bahan pembicaraan kami sama sekali tidak menyinggung mengenai permainan sex yang kita gemari tetapi lebih banyak ke keluarga, kerja dan lain lain. Sepertinya kita bisa saling terbuka dengan kehidupan kami. Saya juga merasakan adanya peningkatan atas kepercayaan dan merasa comfortable dengan dia. ..... Setelah pertemuan itu, kita berjanji untuk saling kontak untuk pertemuan berikutnya melalui email dan telepon, mungkin kita malu untuk memulai pembicaraan tentang fantasi permainan yang memang kami sukai itu secara langsung, mungkin karena ini pun pertemuan pertama kita. ..... Setibanya saya di rumah saya langsung menyalakan note book dan mulai menulis email untuk Anwar untuk pertemuan kita yang lebih lanjut. Di dalam email intinya saya menyatakan kepada dia bahwa saya ingin menjadikan dia seorang budak sex pemuas nafsu yang mengabdikan badan dan jiwanya kepada saya sebagai Mistressnya, tentunya dengan batas batas tertentu yang dia punyai, untuk itu saya menanyakan komitmen dia dan batas batas yang di sanggupi oleh dia. ..... Di dalam email saya juga menulis semacam pernyataan atau perjanjian mengenai kerahasian dan kebersihan yang harus di lengkapi dengan hasil pemeriksaan lab atas bebasnya dia dari penyakit penyakit kelamin sebagai syarat saya untuk menyewa dia sebagai budak sex saya. ..... Setelah kurang lebih 1 minggu (yang serasa lama sekali) saya mendapatkan email balasan dari si Anwar. Dengan berdebar debar saya mulai membuka dan membaca email balasan darinya. Di dalam emailnya dia menyanggupi segala syarat dan keinginan saya, dia juga bahkan melampirkan hasil scan dari hasil pemeriksaan lab yang meluluskan dia dari penyakit penyakit. Dia sangat ingin segera mengabdikan dirinya untuk saya dan juga menuliskan batasan batasan yang dia inginkan. ..... Pembaca, menurut saya batasan batasan yang di berikan oleh dia cukup bisa dimengerti. Batasan utama yang diinginkan adalah mengenai kerahasiaan sehingga permainan hanya berlaku di dalam tempat yang aman dan discreet dan di luar dari itu hubungan kita tetap hanya sebagai teman biasa, sehingga "public humiliation/punishment" tidak bisa di terapkan di dalam permainan kami. Batasan lainnya juga mengenai penyiksaan yang sampai menimbulkan luka permanen atau mengeluarkan darah juga tidak dapat di tolerir karena dapat menimbulkan bekas dan berbahaya. Kemudian ada juga batasan untuk permainan "force feminization" atau dimana saya melecehkan dia dengan mendandani dia dengan pakaian perempuan. Sebagai tambahan safety kami juga mempunyai semacam kata kode, dimana bila dia atau saya mengatakan kode itu semua permainan akan berakhir. ..... Persiapan ..... Setelah semua formalitas tersebut dibicarakan dan di sepakati, akhirnya tibalah saatnya untuk saya menikmati budak sex baru yang saya recruit. Kami berjanji untuk bertemu di sebuah hotel di Jakarta di waktu jam kerja, setelah makan siang sampai sore hari. Saya menuliskan instruksi instruksi untuk persiapan apa saja yang harus disediakan pada saat pertemuan tersebut melalui SMS dan email. ..... Saya menginstruksikan dia untuk menyediakan sebuah rantai anjing yang mengunakan kulit pada pegangan penuntunya, jepitan baju, lilin putih yang besar, sebatang pengaris kayu, dasi dasi tua yang banyak, borgol besi 1 pasang, sarung tangan latex dan KY Jelly. Pada saat saya menulis itu, jantung saya berdebar debar dan muka saya terasa panas karena sudah membayangkan hal apa saja yang akan saya lakukan ke dia. Imajinasi saya berlari ke mana mana dan gambaran gambaran akan siksaan siksaan yang akan saya lakukan membuat saya menjadi sangat horny. ..... Pada hari yang sudah di sepakati, pagi pagi hari sekali saya menelpon kantor untuk meminta ijin untuk tidak masuk hari itu, dan saya sudah sengaja untuk mengalihkan semua appointment yang ada di hari itu untuk direschedule ke esokan harinya. Asisten pribadi saya juga sudah saya beritahu bahwa hari ini saya ada keperluan mendesak yang harus diselesaikan di luar kantor, sehingga semua urusan yang ada saya delegasikan ke asisten saya. ..... 4 jam sebelum waktu yang di sepakati saya menulis SMS ke Anwar untuk detail persiapan yang harus dia lakukan, sehingga pada waktu saya datang di kamar hotel yang sudah di siapkan olehnya dia sudah siap untuk melayani saya. Saya meminta dia untuk mandi yang bersih (kalau perlu luluran), dan berdiri menunggu saya di depan pintu dalam kamar hotel dalam keadaan telanjang bulat dan mengenakan rantai anjing di lehernya dengan mata yang di tutup erat oleh sebuah dasi berwarna hitam. Saya juga meminta rantai anjing tersebut dililitkan di sekeliling lehernya dan dengan kulit penuntunnya digigit di mulutnya. ..... Kurang lebih jam 12 siang saya mendapat SMS dari Anwar yang berbunyi, "Saya sudah siap dan sedang menunggu di kamar 1811 untuk digunakan oleh kamu" melihat kata kata di SMS itu darah saya terkesiap dan bulu di tengkuk saya merinding membayangkan kenikmatan yang akan saya peroleh. ..... Saya bergegas mengenakan sepasang pakaian dalam lace saya yang berwarna hitam dan di baluti oleh sebuah blouse putih yang tipis serta satu stel blaser dan rok berwarna abu abu tua, saya juga sengaja menyemprotkan winyak wangi sekujur tubuh saya sehingga menjadi sangat semerbak wangi menggoda bila saya berjalan. Setelah berdandan saya dengan tergesa gesa mengambil kunci mobil saya dan mulai menyetir ke arah hotel tempat kita berjanji yang di tempuh kurang lebih hanya 15 menit. ..... The Game is Beginning ..... Tibalah saya di depan pintu kamar hotel, saya memencet bel yang berada di depan pintu kamar. Seketika pintu di buka, ini menandakan budak saya sudah dengan tepat mengikuti instruksi dari saya. Segera saya masuk dan menutup pintu dan mengunci rantai pintu dalam. Saya melihat di depan saya seorang pria budak pemuas saya sedang berdiri tegap dengan posisi tangan silang ke belakang punggung dan kaki sedikit terbuka lebar, kelihatannya dia sangat menghayati perannya sebagai budak saya, terlihat penisnya sudah setengah ereksi mungkin karena sangat berantisipasi menunggu kedatangan saya, saya tersenyum melihat pemandangan di depan saya, selama kurang lebih 2 menit saya mempelajari badan yang akan diberikan kepada saya dalam 4-5 jam ke depan. ..... Para pembaca, saya sengaja menginstruksikan Anwar untuk mengenakan penutup mata, sehingga dia tidak dapat melihat ekspresi muka saya yang mungkin sedikit grogi atau tersenyum geli melihat dia yang sedang menggunakan rantai anjing dan mengigit kulit penuntun rantai anjing yang berwarna merah itu. Saya tidak mau wibawa saya hilang karenanya, jadi lebih baik matanya tertutup, dan saya pikir harusnya untuk dia sensasinya lebih besar juga bila dia pasrah dan tidak bisa melihat siapa yang datang dan mengunakan badannya. ..... Pelan Pelan saya ambil kulit penuntun rantai anjing yang di gigit di mulutnya dan melepaskan beberapa lilitan rantai besi yang berada di lehernya, kemudian saya menuntun dia ke tengah ruangan kamar di depan tempat tidur. Dengan posisinya berdiri yang sama dan dengan kepalanya menunduk. Saya berjalan perlahan mengelilingi dia sambil memeriksa dan menginspeksi badannya yang putih kecoklatan dan bersih itu. ..... Sekali kali saya membelai belai badannya untuk merasakan apakah dia sudah luluran dan mandi dengan bersih. Dengan lembut dan perlahan saya juga meremas remas penis dan kantung dimana dua buah bolanya berada untuk merasakan kejantanannya, dan menciumi dadanya dengan lembut untuk merasakan bau aroma badannya yang sebentar lagi akan saya pakai dengan seenak enaknya. ..... Anwar budak saya itu pasrah dan diam saja, saya bisa merasakan bahwa dia sangat excited sekali dengan perlakuan saya itu, sekali kali dia melenguh keenakan pada saat saya menyentuh bagian bagian sensitif di badannya. Setelah kurang lebih 10 menit saya melakukan inspeksi badannya dan puas dengan hasil inspeksi saya duduk di depannya di pinggiran ranjang. ..... Saya berkata, "Sekarang kamu berlutut..!". Dengan patuh dia menjatuhkan lututnya untuk berlutut di atas karpet, dengan mata masih tertutup dan kepala yang menunduk. ..... Kemudian dengan lembut dan tegas saya berkata di depan mukanya.. ..... "Mulai detik ini, kamu adalah budak saya, badan dan jiwa kamu menjadi milik saya sampai sesi ini selesai, kamu enggak berhak lagi atas badan kamu, penis kamu, lidah kamu, muka kamu, tangan kamu, kaki kamu semuanya gunanya untuk memuaskan saya, kamu ngerti..?""Saya mengerti, silakan Ibu memakai badan saya untuk kesenangan dan kepuasan Ibu dengan seenak enaknya dan seegois egoisnya tanpa memikirkan saya sama sekali, semoga saya dapat memberikan kenikmatan buat Ibu, bila tidak silakan saya di hukum dan di siksa..", jawabnya dengan gemetar."Oke.. Bagus.." jawab saya."Mulut kamu juga tidak boleh bicara tanpa ijin, kecuali bila saya beri pertanyaan, kalau enggak badan kamu nanti saya siksa", lanjutku. Dia menganggukkan kepalanya dengan pasrah. ..... Saya beranjak berdiri sambil melepas blazer untuk menjadi lebih nyaman. Saya mengacuhkan keadaan slave saya yang masih berlutut telanjang di kamar hotel, seakan akan dia hanyalah sebuah benda yang bernafas dan berfungsi untuk saya nikmati bila saya inginkan. Saya berjalan jalan di kamar, melihat lihat pemandangan di jendela kamar hotel, menyalakan TV dan memilih milih channel yang bagus sambil tidur- tiduran. Kemudian perhatian saya tertumpu kepada sebuah tas gym yang berwarna hitam yang terongok di sudut kamar. ..... Satu persatu saya keluarkan barang barang yang ada di dalam tas itu dan saya susun di atas ranjang. Salah satu benda yang ada adalah sebuah borgol besi, saya ambil dan saya kenakan borgol itu ke dua tangannya dibelakang punggung budakku yang sedang berlutut. Sambil mengenakan borgol, saya berkata, ..... "Saya suka melihat melihat budak kesayangan saya menderita kesakitan dan enggak berdaya, jadi sekarang kamu akan saya siksa walaupun kamu enggak ngelakuin kesalahan apa apa, tapi penderitaan kamu bikin saya jadi terangsang, kamu senang kan di gituiin..?"."Silakan Bu, saya senang sekali" ..... Saya ambil beberapa penjepit pakaian, kemudian saya cubit puting dadanya dan saya jepit masing masing satu penjepit di setiap puting. Belum puas melihat ringgisan di mukanya saya ambil lagi beberapa jepitan dan saya jepitkan di kantung dimana tempat dua biji penisnya berada, reaksinya sungguh luar biasa, setiap saya menjepitkan satu jepitan, dia melenguh kesakitan dan bergerak gerak kakinya, sehingga ada beberapa jepitan yang jatuh dan berbunyi, "Snnapp..". ..... Saya jambak rambut dia dan saya bilang, "Jangan gerak gerak! Atau nanti penis kamu saya jepit juga..". ..... Dengan patuh dia berusaha untuk diam dan menahan sakit. Terlihat dia mulai mengigit bibir bawahnya dan badannya gemetar menahan sakit, peluh mulai membasahi badannya yang sexy. ..... Saya duduk di depannya tersenyum menikmati hasil kreasi yang saya ciptakan, terlihat jepitan baju yang berwarna warni memenuhi areal sekitar penisnya dan sepasang jepitan di nipplenya. Kemudian saya memerintahkan dia untuk melakukan jongkok berdiri selama 20 kali dengan badan yang tegap lurus, dan saya suruh dia menghitung jumlah jongkok berdiri itu dengan keras. ..... "Satu.. Dua.. Tiga.." dan seterusnya. ..... Nafasnya mulai terengah engah dan keringat mulai membanjiri badannya sehingga menimbulkan efek mengkilat pada otot otot dibadannya yang sexy itu. Sesekali karena gerakan jongkok berdiri itu beberapa jepitan lepas, dan setiap jepitan lepas budak saya menggumam menahan rasa sakit. Oh rasanya nikmat sekali melihatnya seperti itu, dan saya mulai horny dan basah karenanya. Setelah selesai saya suruh dia berdiri, dan saya berjalan mengitarinya sambil membelai belai badannya yang basah oleh keringat, sesekali saya menyuruh dia untuk menjilati jari jari saya yang basah karena memegang megang keringat di badannya. ..... Saya mengambil handuk kecil di kamar mandi, dan melepaskan borgol dan ikatan matanya, kemudian saya memberikan handuk itu sambil berkata, ..... "Bersihin keringet di badan kamu.. Sekarang kamu harus puasin saya yah.. Ayo kalo udah selesai keringin keringet kamu, buka baju saya satu persatu dan gantung baju saya yang rapi jangan sampai ada yang lecek." ..... Dengan patuh dia mulai melap badannya yang berkeringat, kemudian dengan kepala menunduk dia menghampiri saya. ..... "Ayo sekarang buka bajuku..""Baik Bu.., maaf, permisi Bu.." ..... Tangannya satu persatu dengan lembut membuka kancing blouse saya. Kelihatannya dia sangat menyukai badan saya yang mulus dan wangi, terlihat penisnya mulai berdiri dan menganguk angguk kesenangan. Setelah saya telanjang bulat dan semua pakaian saya tergantung dengan rapi di lemari, saya menyuruh dia untuk nungging di atas ranjang dengan kaki terbuka dan tangan ke belakang. Kemudian saya kenakan lagi borgol besi ke tangannya di belakang punggungnya, lalu saya sendiri tiduran setengah duduk di sampingnya sambil memegang megang badannya yang dalam posisi pasrah itu. Penisnya saya tarik tarik, betot betot dan kocok kocok, seakan seperti memerah sapi. ..... "Eh budak, saya mau lidah kamu jilatin seluruh badan saya, mulai dari pundak sampai ke ujung kaki saya. Jangan sampai ada se centi pun yang ketinggalan pokoknya semuanya saya minta di jilat sampai kering, oh yah ampir lupa nih saya pakeiin rantai kamu dulu". Saya pasang rantai anjing di lehernya."Ayo mulai jilat jilat kaya anjing, kalo rantai ini saya tarik sekali berarti kamu pindah jilatin ke tempat lain, tapi kalo saya diem aja berarti kamu terus jilatin tempat yang lagi kamu jilatin..,.. Ngerti..?"."Ngerti Bu.." jawabnya. ..... Nikmat sekali rasanya dijilati oleh budak saya yang satu ini, sekujur badan saya dijilati dengan telaten, kalo saya udah bosen di jilatin di satu tempat saya hentakan rantainya, baru dia pindah ke tempat lain. Yang membuat saya horny juga meliha dia kesusahan waktu menjilati saya karena tangannya terikat ke belakang, jadi terkadang kepalanya nempel di badan saya karena pegal di otot perutnya menahan bebannya sendiri, biasanya kalo dia kecapeaan saya pukul pantatnya pake penggaris kayu yang ada di samping saya. ..... Dengan senak enaknya saya mengulet ngulet di atas tempat tidur sementara budak saya terus berusaha menjilati badan saya, sekali kali saya menaikan kaki saya ke atas badannya dan membuat dia semakin menderita karena berat yang di timbulkan. ..... Pada saat dia menjilati telapak kaki, jari jari di telapak kaki saya yang satunya aktif membelai belai mukanya dan juga menjambak jambak rambutnya. Sensasi di jari kaki saya waktu di jilati dan di hisap satu persatu sungguh luar biasa dengan rajin budak saya mengulum dan menjilati jari kaki saya sampai saya hentakan rantai baru dia pindah ke jari yang berikutnya. ..... Saya menikmati service budak saya ini sambil menikmati rokok dan menonton TV, kalau saya haus saya suruh dia berhenti dan mengambil minuman kaleng di mini bar (tentunya dengan tangan masih terikat) sehingga dia kesusahan mengambil minuman untuk saya, dengan geli saya tersenyum melihat kesulitan yang dia hadapi. Rasanya enak sekali selama hampir 2 jam saya seperti ratu di manja dan di buat geli oleh lidahnya yang nikmat. ..... Setelah puas di manja oleh lidahnya, sekujur badan saya menjadi sangat sensitif dan ditambah oleh rasa puas saya, saya ingin sekali climax. Lalu saya bentangkan kaki saya dan membuka lebar anus saya dengan mengunakan kedua tangan saya, kemudian saya menyuruh budak saya untuk menjilati dan memasukan lidahnya ke dalam anus saya, ohh rasanya nikmat luar biasa, lidahnya berputar putar di dalam anus saya dan sekelilingnya. ..... Setelah itu saya menghentakan rantai anjingnya, bertanda saya ingin dia pindah tempat, sepertinya dia sudah mengerti kalau clitoris saya sudah mengeras dan ingin dijilati. Saya buka bibir vagina saya dan saya benamkan kepala budak saya ke situ dengan posisi lidahnya tepat di clitoris saya. ..... Tidak lama kemudian saya mencapai climax, rambutnya saya jambak dengan keras selama beberapa menit sementara saya masih menikmati kegelian yang masih ada, lalu saya tendang dia ke lantai dan saya suruh dia menghisap hisap jempol kaki saya sementara saya mengatur napas dan menikmati sisa sisa climax saya itu. ..... Tanpa terasa selama kurang lebih 20 menit saya terlelap tidur nikmat, dan terbangun oleh rasa ingin kencing dan kuluman lidah budak saya yang masih dengan setia menghisapi jempol kaki saya. Lalu saya duduk dan membuka ikatan borgol di tangan budak saya itu. ..... "Kamu pintar sekali muasin saya.. Pasti kamu sekarang haus yah..?""Terima kasih Bu..,. Iya Bu.. Saya haus""OK.. Kalo gitu ayo ikut saya, kamu saya kasih hadiah.." ..... Saya tuntun dia ke kamar mandi dan menyuruh dia rebahan telentang di dalam bath tub. ..... "Buka mulut kamu yang lebar, yah.. Sayang!" ..... Kemudian saya jongkok di atas mukanya dan mulai mengencingi mukanya sambil mengarahkan arus air kencing saya ke mulutnya. ..... "Ayo.. Di minum semuanya.. Buka mulutnya yang lebih lebar lagi yahh.. Ayoh dongakin kepalanya biar enggak tumpah tumpah.. Sayang.." ..... Dengan patuh budakku meminum air kencing saya dengan lahap, terlihat jankunnya bergerak naik turun meneguk air kencingku yang masuk ke mulutnya yang terbuka dengan lebar. ..... Setelah selesai saya menyuruh dia untuk membersihkan vagina saya dengan mulutnya, karena air kencingku tercecer ke mana mana saya berdiri dan menyalakan pancuran shower sementara budak saya masih tiduran di dalam bath tub, saya membersihkan badan saya di pancuran shower yang terletak di atas bathtub sambil satu kaki saya, saya letakan di atas muka slaveku yang masih tiduran di bawah. Setelah selesai saya keluar dari bath tub dan mengeringkan badan dan kaki saya dengan handuk kemudian saya taruh handuk itu di lantai dan saya menyuruh budak saya untuk bersih bersih dan mengeringkan badannya dengan handuk tersebut. ..... "Ayo bersih bersih.. Jangan lupa pakai sabun yah, biar enggak bau.. Saya tunggu kamu di kamar.. Kalau lama dan enggak bersih nanti kamu saya hukum loh.." ujarku dengan manja. ..... Selang beberapa menit budak saya selesai bersih bersih, sementara saya duduk di atas kursi di belakang sebuah meja belajar. ..... Diatas meja saya persiapkan sebuah lilin yang sudah saya nyalakan, gelas kosong, sepasang sarung tangan karet dan KY Jelly. ..... "Ayo merangkak ke sini sayang.. Saya belum selesai sama kamu.." ..... Dengan patuh dia merangkak menuju ke arah saya. Sesampainya dia di samping saya, rambut kepalanya saya elus elus, dan sesekali jari tangan saya memainkan bibirnya yang kemudian dia jilati seperti seekor anjing yang patuh. ..... Saya menyuruh dia untuk naik ke atas meja belajar di depan saya dengan posisi nungging dan kaki terbuka sehingga lubang anus dan penisnya terlihat jelas. ..... Sambil duduk di belakang meja saya memakai sarung tangan karet dan melumasi KY Jelly dipermukaan sarung tangan. Saya juga memberikan Jelly itu ke sekitar selangkangan, penis dan terutama didalam lubang anusnya. Dengan perlahan saya memasukan jari tengah saya ke dalam anusnya dia yang sudah terlumuri dengan banyak KY jelly, sementara tangan saya yang satu lagi meremas remas dan mengurut urut dengan lembut alat kelaminnya yang sudah licin oleh KY jelly. ..... Remasan dan urutan saya itu membuat penisnya menjadi sangat keras dan tegang, bila ini terjadi saya menyodok nyodok lubang anusnya dengan kasar sehingga dia menjadi kesakitan dan lemas lagi. Setelah lemas saya urut urut lagi dengan lembut sampai tegang kembali dan seterusnya sampai berulang ulang kali. ..... Dia sangat menyukai perlakuan ini, hanya mungkin sedikit frustasi karena saya terus goda goda hingga tidak mencapai climax. Penisnya dan area antara lubang anus dan kantung biji saya urut urut dan penisnya saya kocok kocok lembut dengan irama yang perlahan dan menggoda. Sampai suatu saat hampir dia ejakulasi namun saya tekan pangkal penisnya dan saya tetesi dengan lilin panas di sekujur punggung dan lubang pantatnya yang sensitif. ..... Dia menjerit kesakitan dan minta ampun pada saat saya tetesi lilin, setelah itu mengerang ngerang keenakan bila saya stimulasi alat kelaminnya. Setelah saya pikir dia sudah cukup menderita akhirnya saya urut penisnya dengan tempo yang lambat dan mantap dan makin lama makin cepat, sambil berkata.. ..... "Kamu enggak boleh keluar dulu yah.. Awas loh.. Kalo kamu mau keluar kamu harus minta ijin dulu sama ibu.""Ibuu saya minta ijin mau keluar.. Ampunn udah enggak tahan lagi..", rintihnya tak lama kemudian."Ok.. Ayo keluarin budakku sayang" jawab saya seraya mengambil gelas kosong yang ada di atas meja. ..... Saya mengarahkan muka gelas itu ke lubang penis di tempat spermanya akan keluar. Selang beberapa detik penisnya menggelembung dan memuntahkan cairan sperma yang sangat banyak. Saya terus mengenggam dan mengurut ngurut penisnya sampai tetes sperma terakhir tertampung di dalam gelas. Terlihat kepuasan di muka slave saya dan sekujur badannya gemetar keenakan, kepalanya lunglai dengan dahi bersender di atas meja. ..... Lalu saya mengambil sebuah sendok kecil yang biasanya di sediakan di tempat pembuatan kopi/teh di dalam kamar. Lalu saya mengaduk ngaduk gelas yang berisi spermanya itu dan menyuapinya sendok demi sendok sampai habis bersih. ..... "Enak sayang..?" tanyaku."Iya Bu.. Enak sekalii.. Terima kasih Ibu..""Pinterr deh slave saya.. Ayo dijilatin sendoknya sampai bersih..!" ..... ***** ..... Demikianlah para pembaca, sebagian dari cerita permainan saya dengan slave saya Anwar. Permainan ini selalu kami lakukan kira kira 1 minggu sekali tentunya dengan variasi yang berbeda beda. Setelah permainan selesai kami kembali ke dunia nyata kami masing masing. ..... Biasanya setelah permainan usai sekitar jam 7 malam kami ngobrol ngobrol sambil makan dari orderan room service, kami tidak ada kesulitan dalam berkomunikasi dan bahan pembicaraan kami bisa membahas apa saja seperti teman lama karib yang sudah lama tidak bertemu. ..... Kami mempunyai komitmen perjanjian untuk tidak saling jatuh cinta karena dia sudah mempunyai keluarga dan saya juga tidak mau mencari masalah, yang penting fantasi saya ini dapat tersalurkan tanpa komplikasi komplikasi yang mungkin dapat terjadi. ..... Bahkan sebagai bukti penyerahan dirinya kepada saya dan juga sebagai bukti dari kami bahwa kami tidak akan saling jatuh cinta, kami merencanakan untuk meminjamkan badan budak saya kepada wanita lain yang mungkin berminat untuk memakai dia sebagai budaknya untuk sementara. ..... Apakah di antara pembaca ada yang berminat? ..... E N D

Monday, 18 February 2013

Cewek Narsis Foto Bugil Telanjang Bulat

Cewek Narsis Foto Bugil Telanjang Bulat  -  Cewek telanjang Bulat sekarang tidak hanya meranda pada gadis malam saja yang suka dipakai oleh para om om maupun para lelaki hidung belang saja melainkan juga sampai pada model. Kali ini ada foto cewek model telanjang Bulat  yang baru saja di tampilkan di dalam majalah indonesia tentang gairah seorang wanita di dalam ranjang. Apalagi sekarang banyak sekali yang jadi cewek model telanjang bulat indonesia dengan bayaran yang sangat besar oleh para foto grafer. Sampai bugil tanpa busana yang sedang di potret di belakang gedung bertingkat.



Cewek Narsis Foto Bugil Telanjang Bulat  -  Apalagi kalau sekarang kebanyakan Cewek Narsis suka sekali bila setelah di foto dengan maunya jalan sambil telanjang biar kelihatan bulu hitam yang menggeluti daerah sensitiv alias di dalam memek mereka. Karena dengan bulu halus yang berwarna hitam itu bisa menjadikan setiap lelaki jatuh kehausan sex dengan peranan wajah memek yang sexi. Setelah foto Bugil selesai malahn cewek minta bobok bareng dengan sang fotografer dengan tanpa imbalan sepeserpun hanya untuk memuaskan birahi sex mereka saja.

Cewek Narsis Foto Bugil Telanjang Bulat

Foto Hot Si Cantik Tunjukin Pantat Besar dan Montok

Foto Cewek Cantik Tunjukin Pantat Besar dan Montok

 
 
 
 
 

BLOG DEWASA & HOT: Foto Rani Si Cantik Tunjukin Pantat Seksi

blogdewase.blogspot.com/.../foto-rani-si-cantik-tunjukin-pantat.html
18 Jan 2013 – Foto Rani Si Cantik Tunjukin Pantat Seksi .... Foto Toket Payudara Super Besar Wanita ABG · Tetek Montok Wanita Setengah Baya · Tante Kiki ...

Cewek Pamer Toket Montok | Pinggler.com Blog

pinggler.com/blog/cewek-pamer-toket-montok/

Budiyanti Atmaja
oleh Budiyanti Atmaja - dalam 131 lingkaran Google+ - Lainnya oleh Budiyanti Atmaja
20 Sep 2012 – Toket montok, Foto susu dan memek cewek tanpa sensor, cewek pamer toket ... foto mesum bu guru cantik, foto2 payudara hot yg lg bugil, imeges pepek ... besar, cewek jilbab bohay, cewek jilbab gendut bugil tunjukin toket di kantor, ... blogspot com/foto-foto bugil anak dibawah umur (1)-si meki tembem lg ...

Rani Si Cantik Tunjukin Pantat S3xy - Galaxy Maya

www.galaxymaya.com › Galaxy Foto Hot
12 Okt 2012 – Browse: Home > Galaxy Foto Hot > Rani Si Cantik Tunjukin Pantat S3xy ... Foto Panas Aelke Mariska Bintang Iklan Pocari Sweat ...

Rani Si Cantik Tunjukin Pantat S3xy - Penikung

www.penikung.com › Artikel Dewasa
Judul : Rani Si Cantik Tunjukin Pantat S3xy Deskripsi : Anda telah melihat artikel - Rani Si Cantik Tunjukin Pantat S3xy - Terima kasih atas kunjungan anda ...

Foto setelah photo telanjang Janda Cantik susu besar ngemut ...

indobatubara.com/foto-setelah-photo-telanjang-janda-canti...

Dini Ashanti
oleh Dini Ashanti - dalam 212 lingkaran Google+ - Lainnya oleh Dini Ashanti
7 Des 2012 – Foto setelah photo telanjang Janda Cantik susu besar ngemut kontol besar ... Ini Mas Wawan” kata si resepsionis setelah kami memasuki ruangan kantor ibu Yulia. ... Setelah puas menikmati puting montok tante Yulia, akupun mengangkat ... dan tanganku meremas-remas pantatnya yang bulat dan padat.

Foto Payudara Besar Wanita Indah dan Montok ~ Kumpulan Foto ...

area-bugil.blogspot.com/.../foto-payudara-besar-wanita-indah-dan.ht...
gambar wanita pamer payudara besar indah dan montok foto payudara indah ... Cewek Cantik Mandi di Sungai Telanjang Hot · Foto Memek Gadis Cantik ...
 

Sunday, 17 February 2013

Senam Bugil Cewek CantiK Bertubuh Mulus

Senam Bugil Cewek CantiK Bertubuh Mulus Beberapa waktu yang lalu saya telah posting tentang sebuah tempat berkumpulnya gadis-gadis muda Spanyol untuk melakukan senam. Senam Bugil Cewek CantiK Bertubuh Mulus Yang unik dari tempat senam tersebut adalah semua pesertanya telanjang bulat, pemandangannya sungguh sangat menyenangkan dimana gadis-gadis sexy melakukan gerakan-gerakan senam dalam kondisi tidak mengenakan pakaian sama sekali. Sampeyan udah lihat apa belum kalau belum silahkan buka kembali posting dengan judul Gadis-Gadis Bugil Dalam Sebuah Group Senam Di Spanyol

Senam Bugil Cewek CantiK Bertubuh Mulus
Dalam posting kali ini masih dalam tema yang sama hanya pesertanya kali ini lebih banyak dan yang tak kalah menarik adalah pesertanya sangat cantik-cantik juga dengan tubuh yang sangat sexy.


Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Senam Bugil Cewek CantiK Bertubuh Mulus

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang

Foto-Foto Sexy Gadis Telanjang